Laman

Senin, 29 Desember 2014

Bukti Cinta pada Yang Kuasa

Berapa kali aku menyakitimu setiap hari?

Apakah sakit?
Sakit sekali?

Maaf, bukan kehendak hati
Tapi harus kulakukan sebagai bukti cinta
Pada yang Maha Kuasa

Ketahuilah,
tiap dirimu tersakiti
hati ini lebih tercabik, sakit

Jangan bersedih
Ku mohon
Jangan tersakiti

Kamis, 25 Desember 2014

Syahadat sampai mati

Asyhaduallaa ilaahailallaah, wa asyhaduannaa muhammadar rosulullaah..

Aku bersaksi bahwa tiada ilah selain Allah, dan nabi Muhammad adalah utusan Allah..

Allah, segala jiwa dan raga kami, adalah milik Engkau
Kami serahkan seluruhnya kepada Engkau
Kami jual harta dan diri ini untuk berada di jalanMu
Dengan semurni-murni keimanan

Allah,
kami adalah hamba yang melemah dan bodoh
tak menau apa-apa, melainkan yang Engkau ajarkan
kami adalah hamba yang penuh khilaf
setiap saat berkesempatan membuat dosa

Dengan segala ketawadukan dan penuh pinta
dengan segala penuh harap dan cemas
kami tengadahkan tangan, memohon ampunanMu
Ya Ghoffar

Janganlah Engkau hukum kami karena kesalahan kami
Ampuni kami atas kelalaian kami
Janganlah Engkau tinggalkan kami barang sedetik
Maafkan kami, atas kebodohan kami

Jauhkanlah kami dari tergolong ke dalam orang-orang yang
kafir, munafik, musyrik, sombong, kikir, dan dr segala penyakit hati yang ada dalam dada

Hingga ajal menjemput
izinkan kami berjuang di jalanMu ya Allah
sungguh, izinkan kami
Ampuni kami
Izinkanlah kami mati dalam keadaan islam di jalanMu
Husnul khotimah
aamiin

Rabu, 24 Desember 2014

Ia datang karena Allah, lalu bagaimana kan berlalu?

Kadang, aku berpikir dia adalah yang terbaik
Ntah kah masih ada orang setulus itu
Ntah kah ada yang sebesar itu memberi
Ntah kah ada yang lebih mengerti daripada dirinya

Pasti ada
Tentu ada

Hanya saja,
Allah menggetarkan hati ini padanya
Dalam tiap kata yang dimainkan
Dalam tiap canda pelipur lara
Dalam tangis dalam tanya
Semua

Dan pada akhirnya,
Hal itu lagi yang menyandung

Andai dia tau, kenapa aku berlaku demikian
Besar harapku
Hanya saja, ini takkan berjalan
Sesuai rencana

Jika bukan ia, tolong jauhkan kami
Jangan sakiti hatinya dan kirimkan dia seorang yang lebih baik
Kuatkan kami, dan gantilah dengan yang terbaik
PilihanMu

Dalam senyap, butir2 jatuh
Berserakan aliran
Tersayat oleh sepenggal tanya
Anggap saja itu kode

Orang tau kan kriteria mama?

Allah tau bagian terlemah hambaNya
Dan disanalah pusat ujiannya
Jika lulus, beruntunglah ia
Jika gagal, perbaiki lagi dengan semua kesempatan yang ada



Minggu, 21 September 2014

Dunia Kukejar, Tuk Menggapai Akhirat

Waahhh, besok menginjak 1 minggu melewati masa-masa per-coass-an. Ahaha.
Memasuki minggu ke-2 dari 2 tahun.
Wow!!! Lama yaaa..

15 Septemeber 2014..
Untuk pertama kalinya, aku mendapati diri sebagai dokter muda di RSUD AA Pku. Senang, takut, kosong, hampa, bingung. Rasa es teler pokoknya. Campur aduk.

Udah melewati operasi dan didiamin dokter konsulen di depan semua yang lagi ikut operasi..
Udah melewati visite dan dimarah-marahi dokter di depan pasien..
Udah lari-larian buat ngejar waktu..
Udah bikin status pasien dan tugas..

1 minggu berlalu, dan sudah sebanyak itu..

Kata orang, coass bisa membuat futur
kata orang, coass sangat menonjolkan egoisme
kata orang, semua sifat buruk keluar saat coass

Allah, 2 tahun itu waktu yang lama di dunia. Tapi dibanding akhirat, tak ada apa-apanya. Allah, lindungi kami, jauhkan dari hal-hal yang demikian.
Ridhoi dan lancarkanlah urusan kami, agar dapat selesai tepat waktu.
Bimbinglah kami, agar tetap berada di jalanMu, jangan biarkan kami menjauh walau sejengkal ya Robb.
Berkahilah dan jadikanlah apa-apa yang kami kerjakan ini, berguna untuk dunia dan akhirat. Aamiin..



Jumat, 12 September 2014

Lagu itu,, menyentakku

Tepat pada hari itu. Minggu, 7 September 2014.

Aku mencoba berlaku biasa dalam kerumunan itu. Karena sebuah undangan, karena sebuah janji, dan karena keseganan. Aku mencair dalam suasana, larut dalam pembicaraan. Karena begitulah aku. Dengan mudahnya, bisa masuk ke berbagai kalangan. Subhanallah, ini anugrah yang diberikan Allah. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik anugrah ini.

Jelas ku dengar, godaan-godaan menghampiri kami. Aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi ini. Hingga salah satu berucap padaku, "kami mendoakan semoga ke arah yang serius, seperti permintaan". Membuatku kaget dalam hati seketika.

Bahasa lain yang mendarat di telingaku, "duluan saja, kan ririe telah selesai. Kami menyusul saja". Lagi-lagi aku tersentak.
Semua orang disana pun tahu, bahwa aku telah selesai. Tetap dengan berbagai godaan-godaan lainnya.

Tiba saatnya. Namanya dipanggil untuk menyumbangkan sebuah lagu. Lagu yang seketika membuat hatiku bergetar dan merinding. Hampir tak bergeming. Apalagi saat matanya tepat menghujam mataku, saat mengucapkan lirik-lirik itu. Apakah itu tertuju padaku?

Akhirnya ku menemukanmu...

Kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

Bila nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau telah disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

Allah, apakah itu tertuju padaku?
Apakah sedalam itu perasaannya?
Apakah setinggi itu harapan dan cita-citanya?
Apakah memang dia, orang yang Engkau kirimkan untukku?
Apakah aku memang untukknya?

Aku tak ingin mengecewakan hatinya, ya Allah
Aku tak ingin dia sakit ya Allah
Aku pun tak ingin hati ini terluka ya Robb
Jika bukan begitu jalannya
Dan Engkaulah yang tau, mengapa aku berpikiran demikian

Jika bukan aku, maka kirimkanlah wanita terbaik untuknya Ya Allah
Yang sungguh-sungguh ikhlas menjadi rusuknya
Dan berilah aku pengganti yang terbaik, yang dapat menjadi imamku

Jika memang jalannya, maka bantulah kami memperolehnya dalam balutan iman dan islam, ya Malik
Allah, hingga tiba saat itu.. Aku titipkan seluruh hatiku padamu.
dan jagalah hatinya, berilah petunjuk pada kami Ya Allah. Aamiin

Jumat, 08 Agustus 2014

Tawakal pada-Mu

Kadang kala aku berpikir dan berada pada lokus minorus dari keberanian dalam berkehidupan..
Kadang aku berputus asa terhadap apa yang telah ku lakukan.
Mungkin saja itu teguran, atau barangkali hukuman akibat kelalaian dalam beribadah.

51:56
Tujuan hidup manusia dan jin, hanya untuk beribadah saja..
31:22
Berpegang pada tali (buhul) Allah dengan cara berserah diri pada Allah dan melakukan kebaikan..

Aku ingin sekali menjadi orang yang bermanfaat untuk tempat ini. Namun, beberapa oknum tak melihat hasil usahaku. Tak mengenggap aku mencoba berusaha. Karena apa? Karena belum tampak hasilnya?
Apakah keberhasilan itu dinilai dari hasil? TIDAK!!!
Proses yang menentukannya. Bukan hasil. Jikalau saja hasil, sungguh tak berhasil para Nabi yang hanya memiliki sedikit pengikut.
Karena Allah menilai kesungguhan hati dan usaha kita serta tawakal padanya.
Tetap saja, tak jarang hal ini menjatuhkan ghirohku..

Aku hanya berdoa dan memotivasi diri : Bahwa apapun yang aku lakukan, haruslah semata-mata hanya karena Allah. Terserah apa yang dipikirkan orang lain, berhasil atau tidaknya aku, Allah yang tau kesungguhanku.

Aku selalu bersyukur untuk nikmat yang Allah limpahkan kepadaku, atas tiap kelebihan yang aku miliki. Walaupun, selalu saja ada yang tak menghargainya.
Apapun yang aku lakukan, belum cukup. Aku dianggap tergantung kepada adik-adikku.
Kadang, merasa bahwa aku tak layak dan tak mampu mebahagiakan mereka.
Tak ada yang dapat mereka banggakan dari diri ini.

Aku selalu saja memotivasi dan menghibur diri : bahwa selalu banyak cara untuk membanggakan mereka. Tiap orang punya caranya masing-masing. Aku hanya harus tau bagaimana caranya, secepat mungkin.

Sering sekali terlintas dalam benak, kenapa orang-orang begitu mudah bersuuzon dan sulit menghargai usaha org lain. Mungkin saja, aku yang bersuuzon pada mereka, atau usahakuyang belum maksimal sehingga tak tampak apa-apa oleh orang lain.

Astaghfirullah.. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa ini..
Semoga dijauhkan dari rasa berputus asa, dari berburuk sangka, dari kufur akan nikmat, dari kelemahan dalam istiqomah, dan dari riya' terhadap ibadah.. Aamiin ya Allah.

Tanpa Allah, tak ada suatu apapun yang menolongku..

"Ya Robb, berikanlah jalan keluar dan kemudahan dari tiap-tiap hal yang membuatku sedih dan susah, baik perkara dunia maupun akhirat. Berilah aku rezeki dari arah takdisangka-sangka. Ampunilah dosaku. Mantapkanlah pengharapanku hanya pada-Mu, dan jauhkan harapanku kepada selain Engkau. Engkau Maha Mengetahui, Maha Bijaksana"
Aamiin

Sabtu, 02 Agustus 2014

Liburan dan lebaran

Holidays?
Apa yang kalian pikirkan tentangnya?
Mungkin saja, jalan-jalan..
Barangkali, wisata kulinernya..
Atau, menjelajahi tempat-tempat baru yang mengasyikkan..
Bagaimana dengan menghabiskan waktu bersama keluarga?
Atau hanya di rumah saja?

Hari ini adalah H+5 setelah lebaran idul fitri. Mudik telah menjadi hal yang lumrah dilakukan. Baik dalam mengisi liburan ataupun sekedar bersilaturrahmi.
Aku pun demikian.
Hanya saja, tiap orang memiliki cara tersendiri dalam memaknai holidays dan lebaran. Tiap orang memiliki cara yang berbeda untuk mengisinya.

Inti dari holidays adalah refreshing. Jika dengan berholidays tetap tidak fresh, seperti tak ada artinya holidays. Nikmatilah tiap waktu yang ada, walaupun hanya dengan berdiam diri di rumah. Lakukan yang bermanfaat and enjoy with that..

Selamat idul fitri..
Mohon maaf lahir bathin..
Mengisi lebaran dan liburan dengan kerendahan hati, memperbaiki diri untuk akhlaqul karimah. Aamiin..

Allah pasti mengerti..
Subhanallah..

Kamis, 24 Juli 2014

Saat Pilihan Bukanlah Suatu Pilihan

Kadang..
Memang tak bisa memilih
Karena ia memang bukan pilihan

Ia adalah mutlak perintah
Untuk diikuti, bukan dipertimbangkan
Dengan hati, bukan pikiran

Jika engkau adalah seorang penunggang kuda
Pasanglah tali kekang kuda dengan benar

Jika kau terlalu melonggarkannya
Maka ia akan dengan mudah berlari dan kabur
Jika kau terlalu mengekangnya dengan erat
Akan menyakitinya dan membuatnya memberontak

Ambil lah jalan tengah di antara keduanya

Aku berbicara mengenai pilihan
Aku berbicara mengenai sikap
Aku berbicara mengenai hati

Karena detik ini
Otak sedang mengirimkan dengan cepat
Sinyal-sinyal melalui neuron yang ada

Sikap apa yang hendak aku putuskan?




Minggu, 22 Juni 2014

:')

Baru saja ingin merangkai kata, melukis perasaan yang sedang pelik. Berkecamuk dengan semua kemelut, jika tak tercurahkan..
Biasanya, cukup dengan berdo'a atau menulis.
Do'a memang kekuatan yang tak terkalahkan. Namun, masih ada sisa-sisa yang ingin kutulis..

Baru saja membuka blog ini. Membaca satu per satu tulisan yang pernah hadir. Tersenyum dan memerah sendiri, menyadari bahwa kisah sedih terlalu banyak yang tertuang dibandingkan kisah bahagia. Sungguh, terkesan seperti tak ada kebahagiaan selain kesedihan..

Heheee

Tidak. Bukan begitu. Hanya saja, inspirasi lebih menggebu di saat sedang ingin mencurahkan sesuatu yang tak bisa dibagi dengan orang lain. Cukup dengan beberapa bait kata, hingga ia menjadi sebuah puisi indah penuh makna. Yang setiap orang, bebas untuk menginterpretasikannya :)

Aku hidup penuh dengan semua nikmat.
Maka, tak pantas lah bersedih hati.
Namun, manusia biasa, memang sering berubah-ubah hatinya.
Atas izin Yang Maha Pembolak-balik hati.

Syukuri segala nikmat
Hadapi segala masalah
Percaya kita bisa
Dan bertawakal..

Ini sebuah nasihat kecil, untuk menegurku..
Karena, diperingatkan oleh kata-kata sendiri di masa lalu, memiliki makna tersendiri..
Subhanallah..

Selasa, 06 Mei 2014

Hontou ni arigatou..

Kamu..
Tak perlu menjelaskan apa-apa dan tentang apa
Tak ada kewajiban bagimu untuk melakukannya
Aku tak pernah meminta penjelasan apapun
Dan jangan repotkan dirimu sendiri dengan hal itu
Hanya akan menyakitkan kita pada ujungnya

Kamu..
Tak perlu memberitahu segalanya padaku dan apa saja yg kamu lakukan
Tak ada keharusan bagimu untuk melakukannya
Aku tak pernah katakan ingin mengetahui semua itu
Dan jangan persulit dirimu dengan hal itu
Hanya akan membuat kita sedih pada akhirnya

Kamu..
Tak perlu berlaku sebaik dan seperhatian itu
Tak ada keterpaksaan untukmu melakukannya
Aku juga tak pernah mengharapkannya dan tak kan sanggup membalasnya
Dan jangan biarkan dirimu tersita oleh semua itu
Hanya akan membuat kita terperosok untuk kesekian kalinya

Aku mendekat karena Allah
Aku menjauh karena Allah

Aku tak kan bisa menjelaskannya sampai kamu benar-benar paham dengan sendirinya
Semakin lama semua ini, semakin dibiarkan semua ini, akan semakin dalam
Itu hanya akan menyakitkan kita
Maafkan aku..

Jika kamu mengerti dan sanggup seperti yang seharusnya
Maka datanglah
Jika kamu takkan mengerti dan akan tetap sama seperti sekarang
Maka sudahilah

InsyaAllah ini yang terbaik untuk kita
Aku berharap pengganti yang lebih baik, jika bukan dirimu
Dan semoga kau juga memperoleh yang sama
Percayalah, rencana Allah indah tiada banding di atas rencana siapapun

Subhanallah, Alhamdulillah, Laa illaahailallah, Allahuakbar

Minggu, 06 April 2014

Adakah yang bisa mendengarkanku?

Bukankah perasaan itu, Allah yang menumbuhkan?
Ini hanya tentang bagaimana kamu mengendalikan rasa itu, bagaimana menyandingkannya dengan cinta pada Allah SWT, dan bagaimana kamu menjemputnya.
Ia abstrak, hanya dapat dirasakan tanpa dapat dijelaskan.

Rasa itu, bukan aku yang memintanya tumbuh. Allah yang menitipkannya padaku sebagai amanah. Ujian dengan membolak-balikkkan hati ini. Aku pun tak pernah meminta ia harus berlabuh pada siapa. Jika aku yang memilih, tentu kan kupilih seorang lelaki hebat yang baik pemahaman dinnya, yang takut pada Allah, dan seorang yang hanif dan berakhlak baik. Namun tetap kupanjatkan do'a, agar mendapatkan lelaki seperti itu. Agar kelak dapat menjadi imam dalam bahtera hidupku dan anak-anakku nantinya.

Tapi, ternyata bukan. Allah titipkan rasa itu pada lelaki yang biasa saja. Biar aku lukiskan.

Apakah din nya baik? Allahu'alam. Yang aku tau, ia mengerti sedikit banyak tentang islam, karena orangtuanya. Ia sholat, namun masih sering tidak lengkap. Tentang yang lain? Aku tak tahu.

Apakah ia tampan? Semua ciptaan Allah, tentulah sempurna. Tak ada cacat padanya, namun tidak jugalah tampan yang dapat menggetarkan hati. Ia biasa saja.

Apakah ia memiliki kelebihan dalam hal harta? Allahu'alam. Yang aku tau, ia hanya dari keluarga yang sederhana. Tapi dapat mencukupi keseluruhan kebutuhan, tanpa kurang satu apapun. Ia berkecukupan, tapi bukanlah seorang yang kaya.

Apakah ia berasal dari keturunan yang baik-baik? Aku hanya tau, bahwa ayahnya seorang yang dihormati. Sering memberikan ceramah, tapi juga bukan seorang ustadz. Ayahnya sangat menekankan semua anak-anaknya dalam hal sholat..

See?
Itu adalah 4 kriteria dalam memilih pasangan. Apa yang kalian pikirkan? Tentu sangat kurang di poin yang utama, bukan? Dinullah..

Hingga saat ini, aku juga tidak mengerti apa yang mendatangkan rasa itu. Mungkin karena terbiasa, mungkin karena ia baik, mungkin karena ia humoris, mungkin karena ia masuk di saat yang tepat, atau Allah ingin menguatkanku? Allahu'alam.

Aku bersyukur luar biasa pada Allah, yang selalu menutup aib-aib ku. Aku bersyukur pada Allah karena membuat orang lain menilaiku sebagai sosok dengan ekspektasi yang tinggi.

Disinilah ujiannya.
Menurutku, kadang ia memang membawa pengaruh buruk padaku. Tapi selagi ada Allah yang membantuku untuk membentengi diri, aku merasa sanggup dengan titipan ini. Tak jarang juga aku yang mengingatkannya agar ia menghindari perilaku dan kebiasaan buruknya yang tidak baik.
Tapi tidak begitu dengan mama, adik-adikku, dan teman-temanku. Hanya papa yang bisa mendengarkanku mengenai dirinya. Walaupun aku belum seutuhnya cerita kepada papa.

Lalu bagaimana dengan yang lain?
Semua menganggap, ia tak pantas untukku. Karena ekspektasi itu. Mereka tak suka dengannya, walaupun hanya mendengar cerita tentangnya. Semua beranggapan, bahwa ia berpengaruh buruk padaku. Cara ia masuk ke dalam duniaku, mulai meruntuhkan bentengku satu per satu. Ya Allah..

Allah, sungguh.. InsyaAllah aku takkan berkenalan dengan yang namanya pacaran, selalu berusaha menjaga diriku, hatiku, imanku. Tak ingin tergoyahkan.
Tapi aku butuh dikuatkan agar dapat melakukannya. Aku tak bisa langsung menjauh darinya. Bukan cara itu yang ada dibenakku. Bukan dengan memutus sillaturrahmi. Jika saja Rasulullah saw dulu menjauhi semua orang yang berperilaku buruk, maka tak ada orang baik di dunia ini kecuali para Nabi dan Rasul.
Orang-orang boleh membenci sikapnya. Tapi jangan benci dirinya.
Dia temanku, orang yang baik. Namun pemahamannya belum baik. Tapi setiap orang berhak diberi kesempatan untuk berubah.

Aku tak berniat membelanya. Tak berniat pula untuk merubahnya. Aku hanya mengingatkan, karena petunjuk itu Allah yang menentukan pada siapa yang dikehendakinya.

Aku hanya ingin orang-orang terdekatku bisa mendengarkan ceritaku tentangnya. Bagaimana baiknya dia, dan bagaimana berusahanya aku mengendalikan amanah ini. Agar ada yang senantiasa menguatkan imanku, selalu menasihatiku saat itu salah.
Bukannya hanya menjudge tanpa tau orangnya bagaimana. Bukan hanya tak suka dengannya, sehingga membenci topik mengenai dirinya.
Aku bercerita, karena aku butuh bantuan.
Dan yang bisa memberikan nasihat itu, adalah orang-orang terdekatku.

Teriris-iris, saat tak ada tempat mengadu.
Kecuali pada Yang Maha Tau, Robbku. Maha Pembolak-balik hati..

Jumat, 21 Maret 2014

Hilang rasa....

Begini ternyata rasanya
Miris..
Hingga ia teriris-iris

Begini ternyata rasanya
Sesak..
Hingga ia tercabik-cabik dan terkoyak

Begini ternyata rasanya
Ingin teriak..
Hingga ia terinjak-injak

Pedih
Sakit
Ini disebut luka
Layaknya kertas yang pernah diremuk
Takkan mulus seperti sedia kala
Berbekas

Menyayat
Perih
Ini disebut luka
Layaknya paku yang telah tertancap
Lubangnya akan selalu tinggal di sana
Berbekas

MasyaAllah
Hingga hilang rasa

Jika bukan karena Allah
Yang membelaiku agar tenang
Yang memelukku agar sabar
Yang memegangiku agar tak goyah dan jatuh
Yang selalu menyediakan tempat bagiku

Aku bukan apa-apa
Aku bertahan, karena aku percaya
Allah ada
dan tak pernah mengacuhkan hamba-Nya

Selasa, 25 Februari 2014

Biar aku simpan saja

Aku pendengar, bukan pendongeng
Aku lebih memilih diam, daripada berkata

Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku

Terlalu banyak yang aku dengar
Hingga aku tak sanggup membuat mereka mendengarkan keluhku
Memang tak sepantasnya mengeluh
Kadang, hanya ingin didengarkan
Tapi, untuk bercerita pun
Aku tak sanggup

Aku sedang menata kembali
Puing-puing yang berserakan ini
Sendiri..
Ditemani Allah, yang senantiasa mengawasiku

Tak pelak tuk berujar
Berlaku
Diam saja
Sambil memberi gores pada bibir
Sebuah senyuman

Agar hanya Allah yang tau
Bagaimana isak tangisku

Dalam sujud, aku panjatkan doa
Dalam tangis, aku bertawakal

Memperbaiki iman, agar ia sebagai penopangku
Berdiri tegak nan kokoh
Mengahadapi hidup
Perjuangan berat, namun sementara

Aku bisa, karena ada Allah bersamaku

Aku pendengar, bukan pendongeng
Aku lebih memilih diam, daripada berkata

Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku



Sabtu, 22 Februari 2014

Jodoh???

Ya ampun.. Akhir-akhir ini sering banget ditanyain masalah pasangan. Mama, papa, ibuk, saudara, adik, teman-teman. Emang umur aku udah berapa sih? *Gak sadar udah tua, ceritanya. Ahaha.

Ya gaklah, umur juga masih 22 tahun. Kuliah aja belum kelar. Masih ada pendidikan profesi dan internship ^^.. Masih banyak waktu buat mikirin yang begituan :D
Tapi, namanya juga orang-orang terdekat, pasti deh udah mikirin yang begituan buat aku. Hihiii..

Lah, kan gak ada istilah pacaran nih, jadi emang ta'aruf aja. Percaya, Allah udah ngasi jatah kok, untuk masing-masing hamba-Nya. Tinggal gimana cara kita menjemputnya? ^^

Allah sudah berjanji, dan pasti menepati janji-Nya. Laki-laki baik, hanya untuk wanita yang baik. Jadi, agar dapat jodoh yang baik, aku kudu jadi wanita yang baik. Yeay, ganbatte ne! :))
Rasulullah SAW juga mengatakan, jika ingin mencari pasangan, carilah yang elok rupanya, hartanya, baik keturunannya, dan karena din nya. Dan sebaik-baiknya, adalah yang karena din nya.

Kalau boleh memilih nih, kalau boleh lhooo. Hehe. Pengennya yang ada keempat unsur di atas. Tapi, gak ada manusia yang sempurna, jadi jangan terlalu kekeuh untuk dapat yang sempurna dan baik dalam segala hal.

Aku..
Ingin memiliki pasangan, yang baik din dan akhlaknya.
Dapat menjadi imam bagi dunia dan akhirat ku.
Apabila melihatnya, menenangkan hati.
Apabila ia berkata, meneguhkan keimanan.
Apabila berprilaku, mengingatkan bahwa ia berjalan dalam aturan Allah..

Subhanallah..
Indahnya jika demikian.

Berdoalah ^^
Semoga Allah mengabulkannya. Amin :)

Rabu, 19 Februari 2014

The Booster

Aku baru saja mengumpulkan beberapa kalimat-kalimat baik hari ini. Berhubung otak lebih cenderung menyimpan di memori jangka pendek, sebelum aku betul-betul melupakannya, mari kita tuliskan. Hihiii

Cinta itu adalah komitmen, kesabaran, saling mengerti, saling menghargai, dan komunikasi.
*Kalimat ini aku kutip dr sepasang suami istri yang keadaan fisiknya tidak seberuntung kita (keduanya menggunakan kursi roda), tapi dapat saling menguatkan di saat sulit dan menebar senyum di saat lapang. So sweettt ^^

Setiap orang pasti pernah gagal. Baik karena kesalahan sendiri, karena orang lain, karena sistem, atau karena faktor lain. Tapi yang terpenting, pilihan dan cara kita untuk bangkit.
*Amazing. Setuju, pakai banget :D

Diam itu emas. Tapi diam di saat yang tak tepat, adalah bencana. Diamlah jika perkataan yang akan keluar lebih tidak bermanfaat dibandingkan diam. Dan bicaralah untuk sesuatu kebenaran, janganlah ditahan karena alasan klasik (segan, takut, belum waktunya, etc).
*Kalau yang ini, mencoba dari pengalaman sendiri. :))

Semoga bermanfaat dan bisa menjadi penyemangat untuk melakukan hal-hal baik. ^^
Amin..

Selasa, 11 Februari 2014

..................

Tiktiktik...
Mesin ini berbunyi
Tiap kali membentuk rangkaian kata
Untaian kalimat
Penuh sirat dan makna

Balutan pola dalam pikir
Menembus sebuah pandangan
Merajut mimpi dan asa
Pernah ada
Terputar
Berliku
Kadang, di luar kendali dan harap

Curah berlimpah
Hening
Hendak meĺuap, namun kian redam
Mengingat kuasa-Nya

Tak pelak berlagak merah
Putih saja
Hingga datang sinar
Menghangatkan, tanpa menyilaukan
Pasti!
Dengan kehendak-Nya

Jumat, 07 Februari 2014

Berkesan..

Berkesan!!! Pakai banget. Hehee.

Tau gak sih, beda anak muda dengan orang tua?
Anak muda punya semangat, daya juang, dan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan orang tua. Gak niat sama sekali untuk mengatakan orang tua gak punya semangat, daya juang, dan kemampuan. Tapi, anak muda punya lebih sepertinya. :D

Kayak yang baru aja aku lakuin, with my bestfriend dhiya ul azka. Serius deh, niat banget. Ahaha. Ceritanya, kita anak muda nih.. hihiii.

Karena weekend, untuk menghilangkan jenuh dari semua permasalahan kampus-kampusan, kami memutuskan untuk pergi nonton. Asik asik.. Dan karena judulnya anak kos, selagi ada yang gratisan, kita ambil dong. (Dasar :D)

Jadi, kita rela ngantri panjang-panjang, menukarkan poin, demi sebuah tiket nonton. Eh, dua buah tiket. Kan kita berdua. Ahaha.
Udah kayak ikut ajang pencarian bakat aja nih, ngantri segini lamanya. Mulai ngantri jam 11.30an, dan kita baru dapat tiket jam 14.30an. 3 jam! 3 jam, saudara-saudara!!! Itu niat banget, atau gak ada kerjaan yaa? Ahaha.
Aku sampai trauma deh, mikir dua kali buat ngantri ginian lagi. Mungkin lebih mending ngerogoh kocek aja kali yaa. Hihii.

Udah susah banget dapat tiketnya, kita pilih film apa coba? KILLER..
Box office sih, di US sana, tapi sadiiisssss. Antara nyesal dan kesal pas awal-awal nonton. 3 jam ngantri, malah nonton yang ginian? Hikkkssss :'(


Eiitss, jangan salah. Endingnya, aku suka banget kok filmnya. Seriusan deh. Gak pakai kesal, dan senang banget. Hehee..
Pokonya berkesan deh!
Thank's a lot for diul. Thank you so much buat roti dan air nya juga. Hihiii..
Seru, Alhamdulillah..

Allah, jangan marah yaa. Orang gak niat ngelakuin yang sia-sia kok. Besok orang bakal cari kegiatan yang lebih bermanfaat lagi. Amin. Alhamdulillah ^^

Rabu, 05 Februari 2014

Ibuku.. Wanita itu, Ibuku...

-Mama-

Aku butuh ibuku..
Aku butuh ibuku..
Aku butuh ibuku..

Tiap dentingan detik malam
Sunyi merayap, kantuk menghujam
Ia berjaga, berdo'a untukku
Setiap malam..

Tiap bahagia terajut
Senyum indah terlukis dalam wajah
Panorama menjadi semu dalam bayangnya
Senyum itu..

Tiap ia terluka
Tak pelak tutur katanya dapat menutupi dariku
Ia bebas menangis
Dalam pelukanku..

Tiap hidup nyawanya
Tiap hembus nafasnya
Tiap inci pemikirannya
Tiap yang diputuskannya

Hanya untuk....

Aku butuh ibuku..
Aku butuh ibuku..
Aku butuh ibuku..

Selasa, 04 Februari 2014

Karena bahagia itu, sederhana..

Bahagia itu... saat menebar senyum dengan ikhlas ke orang lain.
Bahagia itu... saat menyapa dengan santun orang ĺain.
Bahagia itu... saat bisa membantu orang lain.
Bahagia itu... sederhana...

Aku merasa beruntung, karena begitu mudah bahagia. Semoga kalian juga begitu.
Indahnya, karena Allah bersamaku.
Indahnya, karena rindu pada Rasul.
Indahnya, memiliki orangtua yang luar biasa.
Indahnya, memiliki adik-adik yang kompak seperti mereka.
Indahnya, mempunyai teman-teman yang selalu ada.

Bersyukurlah, agar bahagia. Karena bahagia itu, sederhana.


Senin, 03 Februari 2014

Mengendalikan amarah

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Subhanallah

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Astaghfirullah

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Astaghfirullah
Subhanallah
Walhamdulillah
Walaillahaillallah
Wallahu akbar

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa

Laahaula walakuata illabillah 'aliyyul adzim

Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa





*Beristighfar dan ingatlah Allah
*Jika berdiri, duduklah. Jika duduk, berbaringlah
*Ambilah air wudhu'
*Tarik dan atur napas, lalu tersenyumlah

Sungguh, kemarahan itu diliputi oleh syaithon. A'udzubillahi minasy syaithonirrojim.
Keimanan seseorang dinilai dari tingkat kesabarannya. Maka, bersabarlah..

Hmmm...

Ada sebuah kisah yang menggelitikku..
Sebuah kisah antara sepasang sahabat. Laki-laki dan perempuan tentunya. Sudah bisa menebak bagaimana endingnya? Hehe, aku pun demikian.

Berawal dari sekedar curhat sang lelaki mengenai pacarnya. Beralih dengan komunikasi yang kian intens dan tak pernah putus setiap harinya. Entah mengapa tak pernah habis bahan cerita. Dari hal-hal penting, hingga hal-hal yang tak perlu ditanyakan. Dalam seminggu, nyaris selalu ada menghubungi melalui telpon. Mereka memang jarang bertemu,  tapi seperti tak memiliki jarak.
Mengenal baik satu sama lain, saling nyaman, dan memberi perhatian.

Disadari atau tidak, komunikasi menjadi kebutuhan. Dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Lalu bagaimana dengan pacar sang lelaki? Terabaikan. Hubungan mereka memang tak baik dari awal. Lelaki lebih memilih menghabiskan lebih banyak waktu dengan sahabatnya.

Disinilah semua masalahnya..
Tidak sadarkan mereka buih-buih cinta bisa saja tumbuh antara mereka? Dari rasa butuh, terbiasa, dan rasa nyaman?
Tidak sadarkah mereka, ini suatu kesalahan karena tanpa disadari, telah menyakiti hati sang pacar?
Tidak sadarkah ini bisa menjadi awal perselingkuhan?

Astaghfirullah..

Begitulah.
Media kian banyak kini. Komunikasi menjadi hal biasa, jarak tak ada bedanya.
Bisa berdampak negatif, bisa positif.
Hubungan antara perempuan dan laki-laki tak selayaknya demikian. Kita memiliki hijab dalam pergaulan, batasan dalam berperilaku dan berteman.
Aku bukanlah orang yang pro dengan pacaran. Tentu saja tidak. Tak ada istilah pacaran dalam kamusku. Hanya saja, menyakiti hati orang lain itu, perbuatan keji bagiku.

Jangan pernah mempermainkan hati orang lain. Ingat, hubungan kita ada dua jalur. Hubungan dengan Allah dan dengan manusia. Jika salah dengan Allah, maka bertobatlah sungguh-sungguh. InsyaAllah Allah mengampuni, karena Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang. Jika salah dengan manusia, dengan meminta maaf untuk menebusnya. Tapi ingatlah, manusia tak semudah itu memaafkan. Lalu, mau di bawa kemana dosa nya?

Karena itu, hargailah perasaan orang lain. Beradablah dalam bergaul. Karena islam telah mengatur segalanya dengan sempurna.

Aku, islam, dan janjiku pada Allah..

Minggu, 02 Februari 2014

Tegas itu perlu

Kesaaaalllll..

Lagi kesal bgt gara2 aku gak bisa nolak permintaan orang-orang. Kalau permintaannya baik, ya don't worry lah. Kalau gak baik? Gak sejalan dengan prinsip? Gak sejalan dengan aqidah? Ya Allah...

Boleh baik ke orang lain, tapi sesuatu yang berlebihan itu, gak ada baiknya. Nih, jadi kayak gini. Karena embel-embel gak enak hati, aku jadi sering dapat masalah gara-gara gak bisa (ups, bukan gak bisa sih. Tapi gak tegaaa) buat nolak permintaan orang lain dan ngelihat ekspresi wajahnya.

Bisa tega sih, kalau lagi datang moment nya, sayangnya sih gak sering. Hehee
Ini benar-benar mengganggu..

Allah, tolong ajarin cara nolak dengan baik tanpa menyebabkan orang lain tersinggung, jika ajakannya bukan sesuatu yang sejalan dengan kebenaran yang difatwakan hatiku.
Amin..

Sabtu, 01 Februari 2014

Jatuh Cinta ♡♥♡♥♡

Pernah merasakan jatuh cinta?
Belum pernah??? Gak mungkiiinn. Ahaha ^^
Membicarakan soal hati, selalu jadi pembahasan menarik. Karena gak ada habisnya. Hihii.

Andai, bisa memilih siapa yang harus kita sukai. Tapi hati gak bisa diprediksi. Dia bisa singgah di hati manapun. Awesome, right?
Hatiii, oh hatiii :D

Benar kata pepatah, hati-hati dengan hati. Ia bisa menjerumuskan, namun bisa pula membawa ke arah kebaikan.
Cinta adalah seni. Banyak cara mengekspresikannya. Namun, simpanlah dulu semua ekspresi cinta dan tutup pintu dari keterpuaian jatuh cinta hingga ia halal bagimu. Dan Allah akan membalasnya dengan indah di saat yang tepat :)

Sulit? Memaangg..
Aku pun selalu dalam posisi belajar untuk hal yang satu ini (ehem). Hehe.
Kadang, begitu menyiksa. Namun, saat bisa melewatinya, that all be okay. Better. Karena begitulah seharusnya.

Ingat. Ia sering datang karena terbiasa.
Hati-hati dengan istilah friendzone. Sering berakhir dengan jatuh cinta.
*beraatt pembahasannya. Ahaha

Tetap saja, hanya pada Allah lah sebaik-baik tempat meminta pertolongan dan tempat kembali. Karena Ia, Sang Maha Pembolak-balik Hati.
Masya Allah = Semua terjadi atas kehendak Allah
n_n

Tidak Ada Alasan Berputus Asa

Setiap manusia, tidaklah akan pernah terlepas dari masalah, rasa kecewa, rasa sedih, penyesalan, ujian, dsb yang akan membuat diri dan hati kian lemah. Aku pun begitu. Begitulah hidup. Karena arti hidup yang sesungguhnya adalah perjuangan. Menuju satu tujuan, pada akhirnya. Hari pembalasan.

Karena itu, tak ada waktu untuk bersenda gurau dan janganlah larut dalam sedih hati. Kita ada, karena kita merupakan orang-orang pilihan. Dan semua tergantung kita menyikapi hidup.

Jika memiliki masalah, ingatlah ini :
1. .....Cukuplah Allah bagiku..... (QS. 9:129)
2. "Bersemangatlah engkau untuk meraih apa-apa yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah SWT, serta janganlah engkau berputus asa" (H.R. Muslim dari Abu Hurairah)
3. Tips:
     - Be your self
     - Enjoy each that moments
     - Believing your self
     - Allah always give the best for you
     - Remember : Semua ini hanya dunia-sementara

Keep spirit.. ^^
Fighting!
Ganbatte!
Semangat!

Jumat, 31 Januari 2014

Kembali

Lama rasanya tak menggerakkan jemari ini untuk mengetik setiap kisah-kisahku. Hampir saja setahun lamanya.. Sungguh waktu yang lama :)

Sudah banyak kisah yang terlewati setahun belakangan ini. Bahkan lebih dari banyak. Cerita suka dan duka, manis dan pahit. Tak terperi dan terperinci.Membaca kembali kata-kata motivasi yang muncul akibat semua kejadian-kejadian itu, takjub dan membuat sendu.

Terima kasih Allah, untuk kehidupan yg luar biasa ini.
Untuk semua ujian dan nikmat.
Aku yakin selalu ada jalan indah untukku. Amin

Allah di atas segalanya