Laman

Minggu, 21 September 2014

Dunia Kukejar, Tuk Menggapai Akhirat

Waahhh, besok menginjak 1 minggu melewati masa-masa per-coass-an. Ahaha.
Memasuki minggu ke-2 dari 2 tahun.
Wow!!! Lama yaaa..

15 Septemeber 2014..
Untuk pertama kalinya, aku mendapati diri sebagai dokter muda di RSUD AA Pku. Senang, takut, kosong, hampa, bingung. Rasa es teler pokoknya. Campur aduk.

Udah melewati operasi dan didiamin dokter konsulen di depan semua yang lagi ikut operasi..
Udah melewati visite dan dimarah-marahi dokter di depan pasien..
Udah lari-larian buat ngejar waktu..
Udah bikin status pasien dan tugas..

1 minggu berlalu, dan sudah sebanyak itu..

Kata orang, coass bisa membuat futur
kata orang, coass sangat menonjolkan egoisme
kata orang, semua sifat buruk keluar saat coass

Allah, 2 tahun itu waktu yang lama di dunia. Tapi dibanding akhirat, tak ada apa-apanya. Allah, lindungi kami, jauhkan dari hal-hal yang demikian.
Ridhoi dan lancarkanlah urusan kami, agar dapat selesai tepat waktu.
Bimbinglah kami, agar tetap berada di jalanMu, jangan biarkan kami menjauh walau sejengkal ya Robb.
Berkahilah dan jadikanlah apa-apa yang kami kerjakan ini, berguna untuk dunia dan akhirat. Aamiin..



Jumat, 12 September 2014

Lagu itu,, menyentakku

Tepat pada hari itu. Minggu, 7 September 2014.

Aku mencoba berlaku biasa dalam kerumunan itu. Karena sebuah undangan, karena sebuah janji, dan karena keseganan. Aku mencair dalam suasana, larut dalam pembicaraan. Karena begitulah aku. Dengan mudahnya, bisa masuk ke berbagai kalangan. Subhanallah, ini anugrah yang diberikan Allah. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik anugrah ini.

Jelas ku dengar, godaan-godaan menghampiri kami. Aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi ini. Hingga salah satu berucap padaku, "kami mendoakan semoga ke arah yang serius, seperti permintaan". Membuatku kaget dalam hati seketika.

Bahasa lain yang mendarat di telingaku, "duluan saja, kan ririe telah selesai. Kami menyusul saja". Lagi-lagi aku tersentak.
Semua orang disana pun tahu, bahwa aku telah selesai. Tetap dengan berbagai godaan-godaan lainnya.

Tiba saatnya. Namanya dipanggil untuk menyumbangkan sebuah lagu. Lagu yang seketika membuat hatiku bergetar dan merinding. Hampir tak bergeming. Apalagi saat matanya tepat menghujam mataku, saat mengucapkan lirik-lirik itu. Apakah itu tertuju padaku?

Akhirnya ku menemukanmu...

Kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku

Bila nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau telah disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku

Allah, apakah itu tertuju padaku?
Apakah sedalam itu perasaannya?
Apakah setinggi itu harapan dan cita-citanya?
Apakah memang dia, orang yang Engkau kirimkan untukku?
Apakah aku memang untukknya?

Aku tak ingin mengecewakan hatinya, ya Allah
Aku tak ingin dia sakit ya Allah
Aku pun tak ingin hati ini terluka ya Robb
Jika bukan begitu jalannya
Dan Engkaulah yang tau, mengapa aku berpikiran demikian

Jika bukan aku, maka kirimkanlah wanita terbaik untuknya Ya Allah
Yang sungguh-sungguh ikhlas menjadi rusuknya
Dan berilah aku pengganti yang terbaik, yang dapat menjadi imamku

Jika memang jalannya, maka bantulah kami memperolehnya dalam balutan iman dan islam, ya Malik
Allah, hingga tiba saat itu.. Aku titipkan seluruh hatiku padamu.
dan jagalah hatinya, berilah petunjuk pada kami Ya Allah. Aamiin