Tepat pada hari itu. Minggu, 7 September 2014.
Aku mencoba berlaku biasa dalam kerumunan itu. Karena sebuah undangan, karena sebuah janji, dan karena keseganan. Aku mencair dalam suasana, larut dalam pembicaraan. Karena begitulah aku. Dengan mudahnya, bisa masuk ke berbagai kalangan. Subhanallah, ini anugrah yang diberikan Allah. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik anugrah ini.
Jelas ku dengar, godaan-godaan menghampiri kami. Aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi ini. Hingga salah satu berucap padaku, "kami mendoakan semoga ke arah yang serius, seperti permintaan". Membuatku kaget dalam hati seketika.
Bahasa lain yang mendarat di telingaku, "duluan saja, kan ririe telah selesai. Kami menyusul saja". Lagi-lagi aku tersentak.
Semua orang disana pun tahu, bahwa aku telah selesai. Tetap dengan berbagai godaan-godaan lainnya.
Tiba saatnya. Namanya dipanggil untuk menyumbangkan sebuah lagu. Lagu yang seketika membuat hatiku bergetar dan merinding. Hampir tak bergeming. Apalagi saat matanya tepat menghujam mataku, saat mengucapkan lirik-lirik itu. Apakah itu tertuju padaku?
Akhirnya ku menemukanmu...
Kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku
Bila nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau telah disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku
Allah, apakah itu tertuju padaku?
Apakah sedalam itu perasaannya?
Apakah setinggi itu harapan dan cita-citanya?
Apakah memang dia, orang yang Engkau kirimkan untukku?
Apakah aku memang untukknya?
Aku tak ingin mengecewakan hatinya, ya Allah
Aku tak ingin dia sakit ya Allah
Aku pun tak ingin hati ini terluka ya Robb
Jika bukan begitu jalannya
Dan Engkaulah yang tau, mengapa aku berpikiran demikian
Jika bukan aku, maka kirimkanlah wanita terbaik untuknya Ya Allah
Yang sungguh-sungguh ikhlas menjadi rusuknya
Dan berilah aku pengganti yang terbaik, yang dapat menjadi imamku
Jika memang jalannya, maka bantulah kami memperolehnya dalam balutan iman dan islam, ya Malik
Allah, hingga tiba saat itu.. Aku titipkan seluruh hatiku padamu.
dan jagalah hatinya, berilah petunjuk pada kami Ya Allah. Aamiin
Aku mencoba berlaku biasa dalam kerumunan itu. Karena sebuah undangan, karena sebuah janji, dan karena keseganan. Aku mencair dalam suasana, larut dalam pembicaraan. Karena begitulah aku. Dengan mudahnya, bisa masuk ke berbagai kalangan. Subhanallah, ini anugrah yang diberikan Allah. Semoga aku bisa memanfaatkan dengan baik anugrah ini.
Jelas ku dengar, godaan-godaan menghampiri kami. Aku sudah sangat terbiasa dengan kondisi ini. Hingga salah satu berucap padaku, "kami mendoakan semoga ke arah yang serius, seperti permintaan". Membuatku kaget dalam hati seketika.
Bahasa lain yang mendarat di telingaku, "duluan saja, kan ririe telah selesai. Kami menyusul saja". Lagi-lagi aku tersentak.
Semua orang disana pun tahu, bahwa aku telah selesai. Tetap dengan berbagai godaan-godaan lainnya.
Tiba saatnya. Namanya dipanggil untuk menyumbangkan sebuah lagu. Lagu yang seketika membuat hatiku bergetar dan merinding. Hampir tak bergeming. Apalagi saat matanya tepat menghujam mataku, saat mengucapkan lirik-lirik itu. Apakah itu tertuju padaku?
Akhirnya ku menemukanmu...
Kuberharap engkaulah
jawaban segala risau hatiku
dan biarkan diriku
mencintaimu hingga ujung usiaku
Bila nanti kusanding dirimu
miliki aku dengan segala kelemahanku
dan bila nanti engkau telah disampingku
jangan pernah letih tuk mencintaiku
Allah, apakah itu tertuju padaku?
Apakah sedalam itu perasaannya?
Apakah setinggi itu harapan dan cita-citanya?
Apakah memang dia, orang yang Engkau kirimkan untukku?
Apakah aku memang untukknya?
Aku tak ingin mengecewakan hatinya, ya Allah
Aku tak ingin dia sakit ya Allah
Aku pun tak ingin hati ini terluka ya Robb
Jika bukan begitu jalannya
Dan Engkaulah yang tau, mengapa aku berpikiran demikian
Jika bukan aku, maka kirimkanlah wanita terbaik untuknya Ya Allah
Yang sungguh-sungguh ikhlas menjadi rusuknya
Dan berilah aku pengganti yang terbaik, yang dapat menjadi imamku
Jika memang jalannya, maka bantulah kami memperolehnya dalam balutan iman dan islam, ya Malik
Allah, hingga tiba saat itu.. Aku titipkan seluruh hatiku padamu.
dan jagalah hatinya, berilah petunjuk pada kami Ya Allah. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar