Aku pendengar, bukan pendongeng
Aku lebih memilih diam, daripada berkata
Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku
Terlalu banyak yang aku dengar
Hingga aku tak sanggup membuat mereka mendengarkan keluhku
Memang tak sepantasnya mengeluh
Kadang, hanya ingin didengarkan
Tapi, untuk bercerita pun
Aku tak sanggup
Aku sedang menata kembali
Puing-puing yang berserakan ini
Sendiri..
Ditemani Allah, yang senantiasa mengawasiku
Tak pelak tuk berujar
Berlaku
Diam saja
Sambil memberi gores pada bibir
Sebuah senyuman
Agar hanya Allah yang tau
Bagaimana isak tangisku
Dalam sujud, aku panjatkan doa
Dalam tangis, aku bertawakal
Memperbaiki iman, agar ia sebagai penopangku
Berdiri tegak nan kokoh
Mengahadapi hidup
Perjuangan berat, namun sementara
Aku bisa, karena ada Allah bersamaku
Aku pendengar, bukan pendongeng
Aku lebih memilih diam, daripada berkata
Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku
Aku lebih memilih diam, daripada berkata
Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku
Terlalu banyak yang aku dengar
Hingga aku tak sanggup membuat mereka mendengarkan keluhku
Memang tak sepantasnya mengeluh
Kadang, hanya ingin didengarkan
Tapi, untuk bercerita pun
Aku tak sanggup
Aku sedang menata kembali
Puing-puing yang berserakan ini
Sendiri..
Ditemani Allah, yang senantiasa mengawasiku
Tak pelak tuk berujar
Berlaku
Diam saja
Sambil memberi gores pada bibir
Sebuah senyuman
Agar hanya Allah yang tau
Bagaimana isak tangisku
Dalam sujud, aku panjatkan doa
Dalam tangis, aku bertawakal
Memperbaiki iman, agar ia sebagai penopangku
Berdiri tegak nan kokoh
Mengahadapi hidup
Perjuangan berat, namun sementara
Aku bisa, karena ada Allah bersamaku
Aku pendengar, bukan pendongeng
Aku lebih memilih diam, daripada berkata
Biar aku simpan saja sendiri
Dan Allah sebagai pendengarku