Laman

Rabu, 24 Desember 2014

Ia datang karena Allah, lalu bagaimana kan berlalu?

Kadang, aku berpikir dia adalah yang terbaik
Ntah kah masih ada orang setulus itu
Ntah kah ada yang sebesar itu memberi
Ntah kah ada yang lebih mengerti daripada dirinya

Pasti ada
Tentu ada

Hanya saja,
Allah menggetarkan hati ini padanya
Dalam tiap kata yang dimainkan
Dalam tiap canda pelipur lara
Dalam tangis dalam tanya
Semua

Dan pada akhirnya,
Hal itu lagi yang menyandung

Andai dia tau, kenapa aku berlaku demikian
Besar harapku
Hanya saja, ini takkan berjalan
Sesuai rencana

Jika bukan ia, tolong jauhkan kami
Jangan sakiti hatinya dan kirimkan dia seorang yang lebih baik
Kuatkan kami, dan gantilah dengan yang terbaik
PilihanMu

Dalam senyap, butir2 jatuh
Berserakan aliran
Tersayat oleh sepenggal tanya
Anggap saja itu kode

Orang tau kan kriteria mama?

Allah tau bagian terlemah hambaNya
Dan disanalah pusat ujiannya
Jika lulus, beruntunglah ia
Jika gagal, perbaiki lagi dengan semua kesempatan yang ada



Tidak ada komentar:

Posting Komentar