Kring.. kring..
Kulihat layar handphone yang ada di tanganku. Telpon dari
mama. Terdengar suara yang sangat familiar bagiku. Setelah sekian lama
berbicara,
Mama : Mama tadi beli
p*lpy yang rasa kesukaan orang.
(“Orang” merupakan panggilan untukku yang diberikan oleh orang-orang terdekatku)
Aku : Hmm (Aku sungguh tak tau berespon apa).
Mama : Sepulang mama
ngantari org ke transport tadi, di jalan, mama hampir aja ditabrak puso. Puso nya
melaju kencang dan jaraknya cuma beberapa centimeter dari mama. Mama sampai
teriak. Kalau meleset sedikit aja puso nya, Mama kira, Mama gak bakal ketemu orang
lagi. Makanya, Mama beli p*ulpy rasa kesukaan orang.
Aku : . . . . .
(Kali ini aku sungguh diam dan bermain dalam pikiranku)
Sungguh itu sepenggal kisah nyataku. Aku tak pernah
menyangka sedalam itu rasa cinta Mama untukku. Memang benar kata pepatah, kasih ibu sepanjang jalan.
Saat Mama mengalami hal yang
demikian traumatik (menurutku, karena mendengar ekspresi suara Mama saat
bercerita), pertama kali yang Ia khawatirkan tidak dapat bertemu lagi adalah
aku. “Mama kira, Mama gak bakal ketemu orang lagi. Makanya, Mama beli p*ulpy
rasa kesukaan orang.”
Tak dapat berkata-kata. Aku hanya tau bahwa, aku mencintai
Mama. Walau tak sebesar cinta Mama kepadaku, selain Allah dan Rasul-Nya, aku
mencintai Mama.
Forever ever..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar