Laman

Sabtu, 16 Februari 2013

Sungguh, Kasih Ibu Sepanjang Jalan (Tiada Batas)


Kring.. kring..

Kulihat layar handphone yang ada di tanganku. Telpon dari mama. Terdengar suara yang sangat familiar bagiku. Setelah sekian lama berbicara,

Mama   : Mama tadi beli p*lpy yang rasa kesukaan orang.
(“Orang” merupakan panggilan untukku yang diberikan oleh  orang-orang terdekatku)
Aku        : Hmm (Aku sungguh tak tau berespon apa).
Mama   : Sepulang mama ngantari org ke transport tadi, di jalan, mama hampir aja ditabrak puso. Puso nya melaju kencang dan jaraknya cuma beberapa centimeter dari mama. Mama sampai teriak. Kalau meleset sedikit aja puso nya, Mama kira, Mama gak bakal ketemu orang lagi. Makanya, Mama beli p*ulpy rasa kesukaan orang.
Aku        : . . . . . (Kali ini aku sungguh diam dan bermain dalam pikiranku)

Sungguh itu sepenggal kisah nyataku. Aku tak pernah menyangka sedalam itu rasa cinta Mama untukku. Memang benar kata pepatah, kasih ibu sepanjang jalan. 
 Saat Mama mengalami hal yang demikian traumatik (menurutku, karena mendengar ekspresi suara Mama saat bercerita), pertama kali yang Ia khawatirkan tidak dapat bertemu lagi adalah aku. “Mama kira, Mama gak bakal ketemu orang lagi. Makanya, Mama beli p*ulpy rasa kesukaan orang.”

Tak dapat berkata-kata. Aku hanya tau bahwa, aku mencintai Mama. Walau tak sebesar cinta Mama kepadaku, selain Allah dan Rasul-Nya, aku mencintai Mama.

Forever ever..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar