Laman

Senin, 03 Februari 2014

Hmmm...

Ada sebuah kisah yang menggelitikku..
Sebuah kisah antara sepasang sahabat. Laki-laki dan perempuan tentunya. Sudah bisa menebak bagaimana endingnya? Hehe, aku pun demikian.

Berawal dari sekedar curhat sang lelaki mengenai pacarnya. Beralih dengan komunikasi yang kian intens dan tak pernah putus setiap harinya. Entah mengapa tak pernah habis bahan cerita. Dari hal-hal penting, hingga hal-hal yang tak perlu ditanyakan. Dalam seminggu, nyaris selalu ada menghubungi melalui telpon. Mereka memang jarang bertemu,  tapi seperti tak memiliki jarak.
Mengenal baik satu sama lain, saling nyaman, dan memberi perhatian.

Disadari atau tidak, komunikasi menjadi kebutuhan. Dari bangun tidur, hingga tidur lagi. Lalu bagaimana dengan pacar sang lelaki? Terabaikan. Hubungan mereka memang tak baik dari awal. Lelaki lebih memilih menghabiskan lebih banyak waktu dengan sahabatnya.

Disinilah semua masalahnya..
Tidak sadarkan mereka buih-buih cinta bisa saja tumbuh antara mereka? Dari rasa butuh, terbiasa, dan rasa nyaman?
Tidak sadarkah mereka, ini suatu kesalahan karena tanpa disadari, telah menyakiti hati sang pacar?
Tidak sadarkah ini bisa menjadi awal perselingkuhan?

Astaghfirullah..

Begitulah.
Media kian banyak kini. Komunikasi menjadi hal biasa, jarak tak ada bedanya.
Bisa berdampak negatif, bisa positif.
Hubungan antara perempuan dan laki-laki tak selayaknya demikian. Kita memiliki hijab dalam pergaulan, batasan dalam berperilaku dan berteman.
Aku bukanlah orang yang pro dengan pacaran. Tentu saja tidak. Tak ada istilah pacaran dalam kamusku. Hanya saja, menyakiti hati orang lain itu, perbuatan keji bagiku.

Jangan pernah mempermainkan hati orang lain. Ingat, hubungan kita ada dua jalur. Hubungan dengan Allah dan dengan manusia. Jika salah dengan Allah, maka bertobatlah sungguh-sungguh. InsyaAllah Allah mengampuni, karena Allah adalah Maha Pengampun dan Penyayang. Jika salah dengan manusia, dengan meminta maaf untuk menebusnya. Tapi ingatlah, manusia tak semudah itu memaafkan. Lalu, mau di bawa kemana dosa nya?

Karena itu, hargailah perasaan orang lain. Beradablah dalam bergaul. Karena islam telah mengatur segalanya dengan sempurna.

Aku, islam, dan janjiku pada Allah..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar